Inilah Cara Makan Rasulullah

Generating Link...
makanan


Sebagai manusia biasa, Nabi Muhammad SAW pun juga makan minum seperti manusia lain nya. Beliau makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Karena teraturnya pola makan Nabi Muhammad, maka beliau hampir tidak pernah sakit semasa hidupnya.

Nabi tidak pernah mencela makanan yang tidak ia sukai. Ditukil dari Syarah Shahih al-Bu khari yang ditulis Syekh Muhammad bin Shalih al- Utsmaini, Rasulullah akan mengomsumsi makanan jika dia berselera. Jika tidak suka, dia meninggalkannya. Nabi pun sering memuliakan makanan. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi membandingkan beberapa macam buah dengan muslim yang membaca Alquran.

Adapun seorang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti buah turujjah yang aromanya wangi dan rasanya enak. Sedangkan seorang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma yang tak beraroma dan rasanya manis. Bila seorang munafik yang membaca Alquran, perumpamaan nya seperti bunga raihanah yang aromanya wangi dan ra sa nya pahit. Sementara itu, perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah hanzhalah yang aromanya busuk dan rasanya pahit.

Nabi mengajarkan kepada umatnya untuk membaca basmalah dan menggunakan tangan kanan setiap makan. Tak hanya itu, Nabi juga memerintahkan agar memakan makanan yang paling dekat saat makan bersama dengan nampan. Ini sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau kepada Umar bin Abu Salamah.

"Saat kecil aku diasuh oleh Rasulullah SAW (pada saat makan bersama) tanganku bergerak ke sana kemari di atas nampan. Maka, beliau bersabda kepadaku, "Wahai anak ku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu."

Ketika makan daging, Nabi SAW memotong daging bagian punggung kambing yang dipegang dengan pisau. Syekh Utsmaini menjelaskan, Nabi SAW menggunakan pisau untuk memotong daging karena daging itu terlalu keras. Dia tak bisa langsung menggigit.

Syekh Utsmani pun menjelaskan, hal tersebut bergantung pada tujuan saat ma kan. Jika hendak bermewah-mewahan atau merasa jijik tangannya tersentuh daging, penggunaan pisau itu tidak boleh dan dilarang. Adapun jika pisau itu dibutuhkan untuk memotong daging yang keras maka dibolehkan karena Nabi SAW pun melakukannya.

Hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas RA menjelaskan, "Rasulullah SAW memakan daging yang ada di tulang punggung, kemudian setelah itu beliau bangkit dan shalat tanpa berwudhu lagi."

Selain itu, Nabi SAW pun mengingatkan umatnya untuk tidak berlebihan saat makan. Rasulullah mengumpamakan hal ini dengan ungkapan jika orang mukmin makan dalam satu usus sementara orang kafir dalam tujuh usus.

 "Dan orang-orang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan." (QS Muhammad: 12).

Nabi SAW pun melarang kita untuk makan menggunakan piring-piring emas dan perak. Menurut Hudzaifah RA, Rasulullah SAW mengatakan jika piring-piring itu untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk umat Islam di akhirat. Dalam hadis lain, Nabi SAW pun mengancam orang-orang yang meminum dengan bejana emas perak, mereka seolah-olah menuangkan api neraka jahanam kedalam perutnya.

Syekh Utsmani menjelaskan, hikmah dari hadis tersebut adalah makan dan minum dengan bejana emas dan perak dapat menjadikan hati manusia sombong dan congkak. Jika mereka terjangkit penyakit ini, dia diharamkan masuk ke dalam surga.

Setelah selesai makan, Nabi SAW mengajarkan kepada kita untuk menjilati tangan hingga bersih. Dari Ka'ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan. (HR Muslim No 2032 dan lainnya)

Lantas, Nabi SAW berdoa,"Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, indah dan penuh berkah seraya tidak merasa cukup dengan selain-Mu, tidak pula mengingkari nikmat-nikmat Mu dan tidak juga merasa tidak butuh dengan karunia Mu, wahai Rabb-ku."